Apakah Anda pernah melihat efek kabut atau asap di panggung? Itulah efek hasil dari dry ice. Bahan ini sering dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari event, fotografi, bahkan laboratorium. Tapi apakah Anda tahu bagaimana proses pembuatan dry ice?
Meski sering digunakan, tidak semua orang memahami bagaimana dry ice sebenarnya dibuat. Padahal, proses pembuatan dry ice memiliki tahapan khusus dan melibatkan teknologi yang dirancang untuk mengubah karbon dioksida menjadi bentuk padat. Kali ini akan kita bahas bagaimana proses pembuatan dry ice dan bagaimana cara aman dalam menggunakannya?
Apa Itu Dry Ice dan Bahan Pembuatannya?

Dry ice bukan merupakan sebuah inovasi. Bahan ini sudah ditemukan sejak tahun 1835 oleh seorang di Prancis, secara tidak sengaja menemukan es kering sisa gas karbon dioksida yang menguap. Kemudian bahan ini mulai dikenal dengan sebutan dry ice dan digunakan secara komersial pada tahun 1925.
Dari cerita tersebut bisa disimpulkan bahwa dry ice adalah bentuk padat dari karbon dioksida (CO₂). Berbeda dengan es batu biasa yang terbuat dari air, dry ice tidak mengandung cairan sama sekali. Inilah yang membuat karakteristiknya sangat unik dan berbeda dari es pada umumnya.
Bahan dasarnya adalah gas karbon dioksida murni yang diproses melalui tahapan khusus hingga berubah menjadi padatan. Karena berasal dari CO₂, dry ice memiliki suhu yang sangat rendah dan tidak akan mencair menjadi cairan. Saat digunakan, dry ice langsung berubah dari padat menjadi gas melalui proses sublimasi.
Bagaimana Proses Pembuatan Dry Ice?

Proses pembuatan dry ice tidak dilakukan secara sederhana karena ada tahapan pengolahan gas karbon dioksida dengan tekanan dan suhu tertentu. Setiap tahapan berperan untuk memastikan dry ice yang dihasilkan berkualitas dan aman digunakan. Secara umum, berikut tahapan proses pembuatan dry ice:
1. Pengumpulan dan Pemurnian CO₂
Tahap pertama dalam proses pembuatan dry ice adalah pengumpulan gas karbon dioksida. CO₂ biasanya diperoleh dari proses industri tertentu, seperti hasil samping proses fermentasi atau produksi gas alam. Lalu, dikumpulkan untuk diolah lebih lanjut.
Gas ini tidak bisa langsung diproses, melainkan harus dimurnikan. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran yang dapat mempengaruhi kualitas dry ice. CO₂ yang sudah murni akan menghasilkan dry ice yang lebih stabil dan aman saat digunakan.
2. Kompresi dan Pencairan
Setelah dimurnikan, gas CO₂ dikompresi atau diberi perlakuan tekanan tinggi. Proses kompresi ini bertujuan untuk mengubah gas CO₂ menjadi bentuk cair. Pada tahap ini, pengaturan tekanan dan suhu menjadi faktor yang sangat penting.
Selanjutnya, CO₂ dalam bentuk cair ini disimpan dalam tangki yang diatur suhu dan tekanan agar CO₂ tetap cair. CO₂ cair inilah yang menjadi bahan dasar utama untuk membentuk dry ice. Tanpa proses kompresi yang tepat, CO₂ tidak dapat berubah ke fase berikutnya secara optimal.
3. Pendinginan dan Pembentukan Salju
Dalam proses pembuatan dry ice tahapan ini yang paling penting. CO₂ cair yang sudah dikumpulkan kemudian didinginkan secara cepat dengan menurunkan tekanannya. Dengan begitu, sebagian besar CO₂ berubah menjadi partikel padat yang menyerupai salju dan sisanya menjadi gas.
Salju CO₂ inilah yang menjadi cikal bakal dry ice. Mirip seperti salju, bentuknya masih sangat ringan dan rapuh. Oleh karena itu masih perlu diproses lebih lanjut agar bisa digunakan. Jadi, jelas ya ini bukan salju dan es yang pada umumnya.
4. Pengepresan
Tahap terakhir adalah pengepresan salju CO₂ menjadi bentuk yang lebih padat. Salju CO₂ ditekan menggunakan mesin khusus hingga membentuk dry ice dalam berbagai ukuran dan bentuk, seperti balok atau pellet.
Proses pengepresan ini bertujuan untuk meningkatkan kepadatan dry ice sehingga lebih tahan lama saat digunakan. Setelah tahap ini, dry ice siap didistribusikan dan digunakan sesuai kebutuhan. Dalam pengiriman, balok-balok dry ice di kirim dengan dibungkus kertas dan dikemas rapat di dalam wadah.
Secara keseluruhan, proses pembuatan dry ice melalui tahapan yang terkontrol. Setiap langkah berperan penting dalam menghasilkan dry ice yang padat, stabil, dan aman digunakan. Meski begitu, penggunaan dry ice tetap perlu kewaspadaan dan hati hati.
Tips Aman Menggunakan Dry Ice

Meski bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, dry ice tetap perlu digunakan dengan cara yang tepat. Selain agar tetap optimal fungsinya, juga untuk menjaga keselamatan pengguna. Berikut beberapa tips penggunaan dry ice yang perlu Anda perhatikan.
- Gunakan sarung tangan atau alat pelindung saat memegang dry ice
- Hindari menyimpan dry ice dalam wadah tertutup rapat tanpa ventilasi
- Simpan dry ice di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik
- Gunakan dry ice sesuai kebutuhan agar tidak terbuang percuma
- Jangan membuang dry ice sembarangan, biarkan dry ice menyublim secara alami di area terbuka
Dry ice memang praktis dan serbaguna, tapi tetap perlu diperlakukan dengan benar. Jadi, sebelum digunakan atau dibuang, pastikan Anda sudah paham cara penanganannya agar tetap aman dan tidak menimbulkan masalah.
Butuh Dry Ice? Atlantic Dry Ice Siap Sedia

Untuk kebutuhan dry ice yang aman dan berkualitas, Atlantic Dry Ice siap menjadi pilihan Anda. Kami menyediakan dry ice dengan kualitas terjaga untuk berbagai keperluan, mulai dari industri hingga penggunaan harian.
Layanan dry ice Bekasi dan sekitarnya juga tersedia. Pengirimannya juga cepat dan responsif, jadi Anda tidak perlu khawatir soal ketersediaan saat dibutuhkan. Cukup hubungi kami, barang siap, dan segera kami antar!
Share this:
- Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
- Click to share on X (Opens in new window) X
- Click to email a link to a friend (Opens in new window) Email
- Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
- Click to share on X (Opens in new window) X
- Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
- Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
- Click to share on Telegram (Opens in new window) Telegram
- Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp