Pengiriman frozen food menggunakan dry ice kini sudah banyak diminati para pelaku bisnis kuliner beku. Hal ini tentu dilantari oleh beberapa alasan yang mendukung, mulai dari efisiensi pengiriman, ketahanan produk yang lebih baik hingga perhitungan kebutuhan dry ice yang bisa dikatakan lebih hemat.
Ya, penghematan biaya menjadi salah satu faktor utama yang menjadikan penggunaan dry ice cukup populer. Hanya saja, dalam praktiknya pengguna tetap harus mempertimbangkan jumlah dry ice secara tepat, agar proses pembekuan selama di perjalanan tetap maksimal dan produk aman sampai tujuan.
Oleh sebab itu, mari pelajari bagaimana perhitungan kebutuhan dry ice untuk pengiriman frozen food antar kota. Selengkapnya bisa Anda simak di sini!
Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan Kebutuhan Dry Ice

Sebelum mencari tahu rumus atau cara menghitung kebutuhan dry ice untuk pengiriman frozen food antar kota, Anda harus mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhinya. Pasalnya, perhitungan kebutuhan dry ice ini tidak terlepas dari beberapa faktor berikut.
1. Jarak dan Durasi Pengiriman
Faktor utama yang harus Anda pertimbangkan adalah jarak dan durasi pengiriman. Semakin jauh jarak pengiriman, biasanya durasi yang dibutuhkan semakin lama. Artinya, produk akan semakin lama di perjalanan. Sehingga dry ice yang dibutuhkan pun menjadi lebih banyak.
Misalnya, kebutuhan dry ice untuk pengiriman antar provinsi yang bisa 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan pengiriman antar kota. Atau pengiriman antar pulau yang bisa mencapai 6 kali lipat lebih banyak.
2. Jenis Kemasan dan Insulasi
Jenis kemasan yang digunakan untuk mengemas produk juga berpengaruh terhadap besar kecilnya kebutuhan dry ice selama pengiriman. Contohnya, kemasan seperti cooler box, plastik thermal, styrofoam atau kemasan berinsulasi lain biasanya memiliki ketahanan suhu lebih tinggi. Maka, kebutuhan penggunaan dry ice pun cenderung lebih sedikit.
Berbeda dengan kemasan yang insulasinya standar atau kurang baik, maka perhitungan kebutuhan dry ice yang digunakan menjadi lebih banyak.
3. Jenis dan Jumlah Frozen Food
Sebagai produsen atau distributor frozen food, tentu Anda sudah mengetahui berapa lama ketahanan produk ketika dikirim ke luar kota dalam keadaan beku. Pasalnya, setiap jenis produk frozen food umumnya memiliki ketahanan berbeda, yang mana ini akan berpengaruh pada jumlah penggunaan dry ice nantinya.
Selain itu, jumlah frozen food yang dikirim juga turut mempengaruhi jumlah penggunaan dry ice. Begitu juga dengan produk yang memiliki volume besar, maka membutuhkan dry ice lebih banyak.
4. Suhu Lingkungan
Suhu di luar armada pengiriman ternyata juga mengambil peran dalam perhitungan kebutuhan dry ice. Ya, ketika suhu di luar tinggi, maka dry ice akan lebih cepat menyublim.
Nah, ketika perhitungan dry ice tidak tepat, maka dry ice bisa produk bisa rusak akibat suhu yang sudah tidak dingin lagi. Jika seperti ini, tentu Anda akan merugi dan customer pun kecewa karena produk yang diterima tidak sesuai dengan standar.
Itu dia beberapa faktor yang tidak boleh diabaikan saat hendak menghitung kebutuhan dry ice untuk pengiriman frozen food antar kota. Lalu, bagaimana rumus perhitungan yang bisa diterapkan selain dengan pertimbangan beberapa faktor di atas? Di bawah ini akan kami jabarkan untuk Anda.
Rumus dan Cara Perhitungan Kebutuhan Dry Ice

Selain dengan mempertimbangkan empat faktor pokok di atas, ada rumus umum yang bisa Anda terapkan untuk perhitungan kebutuhan dry ice. Berikut ini contoh perhitungan dasar kebutuhan dry ice.
Diketahui:
- Produk yang dikirim seberat 10 kg
- Estimasi waktu pengiriman sekitar 24 jam
- Kemasan menggunakan Styrofoam box berkualitas tinggi
Cara menghitung kebutuhan dry ice:
Kebutuhan dasar untuk pengiriman dengan durasi 24 jam yaitu kurang lebih 2,5 kg dry ice. Namun untuk memastikan keamanan selama pengiriman, Anda bisa menambahkan ekstra dry ice 20-30% dari jumlah kebutuhan dasar.
Maka berikut ini contoh perhitungannya:
- 2,5 kg + (30% x 2,5 kg) = 2,5 kg + 0,75 kg = 3,25 kg
Perhitungan kebutuhan dry ice tersebut hanyalah bersifat estimasi. Untuk kebutuhan real, Anda bisa menyesuaikan kembali dengan empat faktor yang telah dibahas sebelumnya.
Tips Optimalisasi Penggunaan Dry Ice

Meski sudah menghitung kebutuhan secara tepat, sayangnya beberapa orang masih kurang optimal dalam menggunakan dry ice. Inilah yang menjadikan kebutuhan dry ice biasanya meningkat, dan berakibat pada pembengkakan biaya operasional.
Oleh sebab itu, Anda perlu mengoptimalkan penggunaan dry ice dengan beberapa tips berikut:
- Pastikan packing frozen food menggunakan kemasan dengan insulasi tinggi dan rapat
- Produk frozen harus benar-benar beku sebelum dikemas dan dikirim
- Posisikan dry ice di bagian atas dan samping produk agar suhu dingin terdistribusi secara merata
- Minimalkan space kosong pada box pengiriman agar suhu di dalam kemasan menjadi lebih stabil.
Dengan menerapkan tips tersebut, Anda akan lebih tenang selama proses pengiriman produk. Biaya pengiriman frozen food pun bisa ditekan tanpa khawatir produk rusak atau mengalami penurunan kualitas.
Sebaliknya, Anda juga perlu memahami bahwa penggunaan dry ice yang berlebihan berisiko menimbulkan tekanan gas karbon dioksida berlebih dalam kemasan. Sehingga, perhitungan memang harus dilakukan secara cermat dan tepat.
Pesan Dry Ice untuk Semua Kebutuhan Hanya di Atlantic Dry Ice!

Setelah memahami bagaimana cara menghitung kebutuhan dry ice dan tips agar penggunaannya optimal, kini Anda bisa mengandalkan dry ice untuk setiap pengiriman frozen food ke luar kota bahkan luar pulau.
Nah, untuk pemesanan dry ice dengan harga terjangkau, Anda bisa hubungi Atlantic Dry Ice. Distributor dry ice Jakarta ini telah dipercaya banyak perusahaan dalam menyediakan dry ice berkualitas.
Pilihan ukuran dry ice yang tersedia pun variatif dengan minimal order cukup rendah, sehingga cocok untuk Anda yang masih pemula maupun untuk perusahaan dengan kebutuhan besar.
Share this:
- Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
- Click to share on X (Opens in new window) X
- Click to email a link to a friend (Opens in new window) Email
- Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
- Click to share on X (Opens in new window) X
- Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
- Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
- Click to share on Telegram (Opens in new window) Telegram
- Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp