Dalam penelitian, penyimpanan sampel laboratorium sama pentingnya dengan membuat sampel itu sendiri. Sampel yang tidak disimpan dengan benar berisiko mengalami perubahan karakteristik sehingga hasil analisis menjadi tidak akurat. Akibatnya validitas data dan kesimpulan bisa menimbulkan pertanyaan.
Karena itu, setiap peneliti, analis, maupun teknisi laboratorium perlu memahami cara penyimpanan sampel laboratorium yang benar. Selain benar juga harus tepat, sesuai dengan tujuan pengujian dan jenis sampelnya. Nah, berikut ini kita akan membahas apa-apa saja yang sebaiknya dilakukan dalam penyimpanan sampel laboratorium agar tetap aman.
Yang Harus Diperhatikan dalam Penyimpanan Sampel Laboratorium

Dalam praktiknya, penyimpanan sampel laboratorium tidak sekedar menaruh sampel di lemari pendingin atau freezer. Ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan agar sampel tidak rusak sampai pengujian. Terkadang sampel juga tidak langsung dianalisis di lokasi yang sama. Pengiriman ke laboratorium lain seringkali dilakukan. Nah, ada beberapa hal di bawah ini yang perlu Anda perhatikan.
1. Kesesuaian Kondisi Penyimpanan dengan Jenis Sampel
Yang harus pertama kali diperhatikan dalam penyimpanan sampel laboratorium adalah kenali karakteristik sampel yang dimiliki. Sampel punya sifat fisik dan kimia yang berbeda. Jadi, kondisi penyimpanannya juga tidak bisa disamaratakan. Sampel membutuhkan perlakuan yang spesifik sesuai dengan sifatnya agar tidak mengalami perubahan selama disimpan.
Begitu pula pada saat pengiriman. Untuk yang perlu suhu sangat rendah apalagi sampel kriopreservasi, bisa menggunakan dry ice sebagai media pendingin. Dengan begitu sampel tetap masih dalam kondisi bagus saat sampai di tempat analisis.
2. Kebersihan dan Pencegahan Kontaminasi
Kontaminasi dapat terjadi dari mana saja, mulai dari wadah sampai lingkungan penyimpanan. Sampel yang terkontaminasi berisiko menghasilkan data yang bias atau tidak dapat digunakan sama sekali. Oleh karena itu penyimpanan harus dijaga kebersihannya dengan baik.
Wadah sampel untuk menyimpan harus steril dan sesuai standar laboratorium. Hal ini juga berlaku saat menggunakan dry ice. Sampel harus ditempatkan di wadah tertutup rapat untuk mencegah kontak langsung. Wadah juga harus tahan suhu rendah agar tidak pecah atau tidak bereaksi dengan sampel.
3. Label yang Jelas
Sampel yang disimpan tanpa identitas yang jelas akan menyulitkan proses analisis dan evaluasi hasil. Label yang salah dapat menyebabkan sampel tertukar atau tidak dapat ditelusuri. Peneliti harus membuat dokumentasi yang rapi baik secara manual maupun digital.
Apalagi jika dilakukan pengiriman sampel laboratorium, label jadi hal yang paling penting. Tanpa label yang jelas, risiko kesalahan penanganan akan semakin besar. Informasi seperti jenis sampel, tanggal pengambilan, dan kondisi penyimpanan perlu dicantumkan dengan jelas. Dengan begitu analis bisa memberikan perlakuan yang sesuai sebelum dianalisis.
4. Pengaturan Waktu dan Jumlah Dry Ice
Lama penyimpanan sampel laboratorium perlu diperhitungkan. Bahkan dalam kondisi penyimpanan yang optimal, beberapa parameter bisa berubah. Mengetahui batas waktu penyimpanan yang dianjurkan akan membantu peneliti menentukan prioritas analisis.
Jika menggunakan dry ice saat pengiriman, perlu diketahui bahwa dry ice memiliki laju sublimasi yang perlu diperhitungkan, terutama untuk jarak jauh. Perencanaan waktu pengiriman dan estimasi kebutuhan dry ice menjadi hal yang krusial. Dengan perhitungan yang sesuai, maka sampel tetap aman untuk dianalisis.
Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan agar sampel laboratorium Anda tetap aman. Jika hal-hal terkait penyimpanan sampel sudah terkontrol, kualitas sampel juga tetap terjaga. Dengan begitu hasil analisis tetap akurat, penelitian pun bisa dipertanggungjawabkan.
Tips Penggunaan Dry Ice untuk Penyimpanan Sampel Laboratorium

Untuk menjaga suhu dingin sampel saat pengiriman, Anda bisa menggunakan dry ice. Akan tetapi, penggunaan dry ice dalam penyimpanan sampel laboratorium perlu perhatian khusus agar tetap aman dan efektif. Selain menjaga suhu tetap rendah, dry ice juga harus digunakan dengan benar agar terhindar dari bahaya dan kerusakan sampel. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, diantaranya:
- Gunakan dry ice sesuai kebutuhan jenis sampel agar tidak terjadi pembekuan berlebih yang dapat merusak struktur sampel
- Pastikan sampel tidak bersentuhan langsung dengan dry ice dengan menggunakan pembatas atau kemasan sekunder
- Pilih wadah yang kuat, tahan suhu rendah, dan memiliki sistem ventilasi untuk pelepasan gas CO₂ dari dry ice
- Perhitungkan jumlah dry ice berdasarkan lama penyimpanan atau waktu pengiriman sampel
- Gunakan sarung tangan pelindung saat akan menyentuh dry ice untuk mencegah cedera akibat suhu ekstrem
- Beri label peringatan pada kemasan yang menggunakan dry ice, terutama untuk pengiriman antar laboratorium
Memang, dry ice menawarkan solusi untuk penyimpanan sampel laboratorium yang perlu suhu rendah. Akan tetapi, penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan jenis sampel dan prosedur yang aman agar sampel tidak rusak. Jadi, hasil analisis pun tetap akurat.
Solusi Dry Ice untuk Pengiriman dan Penyimpanan Sampel Laboratorium

Untuk keperluan dry ice yang berkualitas, Anda bisa menemukan di Atlantic Dry Ice. Produk dry ice yang disediakan aman untuk pengiriman maupun penyimpanan sampel laboratorium. Dengan proses berstandar tinggi, dry ice kami terjamin untuk menjaga stabilitas suhu sampel selama perjalanan dan penyimpanan sementara.
Atlantic dry ice melayani kebutuhan dry ice Bekasi, Tangerang, Depok, dan sekitarnya. Layanannya responsif dan tepat waktu. Jadi, ketika Anda butuh sewaktu-waktu untuk mengirim sampel atau pengujian laboratorium, kami siap membantu. Percayakan kebutuhan dry ice Anda kepada Atlantic Dry Ice agar proses penyimpanan dan pengiriman sampel berjalan tanpa kendala!
Share this:
- Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
- Click to share on X (Opens in new window) X
- Click to email a link to a friend (Opens in new window) Email
- Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
- Click to share on X (Opens in new window) X
- Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
- Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
- Click to share on Telegram (Opens in new window) Telegram
- Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp