Cara Penyimpanan Sampel Biologis yang Sering Diabaikan, Padahal Sangat Menentukan Hasil Uji

Cara simpan sampel biologis, Sumber: sciencedaily.com

Dalam penelitian dan pengujian laboratorium, cara penyimpanan sampel biologis sering dianggap hal sepele. Banyak yang fokus pada proses analisis atau alat yang digunakan, padahal kualitas sampel sejak awal justru sangat menentukan hasil akhir. Kesalahan kecil dalam penyimpanan bisa berdampak pada hasil uji yang tidak akurat.

Kesalahan dalam menyimpan sampel biologis kadang tidak selalu terlihat kasat mata. Sampel mungkin tampak baik-baik saja secara fisik, tapi kualitasnya sudah menurun. Lalu baru terlihat saat hasil ujinya keluar. 

Nah, supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, yuk simak apa saja yang perlu diperhatikan saat menyimpan sampel biologis agar hasil uji tetap akurat!

Kesalahan Cara Penyimpanan Sampel Biologis yang Sering Diabaikan

Sampel biologis, Sumber: primayahospital.b-cdn.net
Sampel biologis, Sumber: primayahospital.b-cdn.net

Sampel biologis itu material yang sangat sensitif dan tidak bisa diperlakukan sembarangan. Tidak seperti benda mati yang bisa dibiarkan begitu saja, sampel biologis terus “berubah” dari momen ia diambil. Suhu, cahaya, kelembaban, bahkan waktu, semuanya berpengaruh langsung pada kualitas sampel yang ada di tangan Anda.

Yang membuat tricky adalah sampel biologis seringkali tidak bisa diulang pengambilannya. Artinya, satu kesalahan dalam penyimpanan sampel laboratorium bisa berarti ulang dari awal atau hasil yang tidak bisa dipercaya. 

Nah, supaya hal ini bisa dihindari, penting untuk mengenali kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi. Berikut adalah beberapa kesalahan yang paling sering terjadi namun justru paling sering diabaikan.

1.  Tidak Menjaga Konsistensi Suhu dengan Baik 

Yang paling penting dalam cara penyimpanan sampel biologis adalah menjaga suhu. Apalagi pada saat pengiriman sampel laboratorium. Mungkin menyimpannya sudah benar, tapi lupa menjaga suhunya tetap stabil saat perjalanan. Padahal suhu berubah sedikit saja kualitas sampel langsung berkurang.

Nah, solusinya adalah menggunakan media pendingin yang tahan lama, seperti dry ice. Berbeda dengan es biasa yang cepat mencair, dry ice mampu mempertahankan suhu dingin dalam waktu yang jauh lebih lama. Jadi, cocok untuk pengiriman jarak jauh. 

2. Menggunakan Wadah yang Tidak Sesuai Standar

Wadah menyimpan sampel biologis, bukan sekadar tempat tapi perlindungan awal yang menjaga sampel. Wadah yang tidak kedap udara, tidak steril, atau tidak tahan terhadap suhu ekstrem adalah kesalahan yang sering terjadi.

Wadah yang tidak sesuai standar bisa menyebabkan kontaminasi silang, kebocoran yang merusak sampel itu sendiri, hingga reaksi kimia yang tidak diinginkan. Pastikan setiap sampel disimpan dalam wadah yang sudah tersertifikasi dan sesuai dengan jenis sampel serta suhu penyimpanan yang dibutuhkan.

3. Tidak Memperhatikan Durasi Penyimpanan 

Setiap jenis sampel biologis memiliki batas waktu penyimpanan yang berbeda-beda. Jika melewati batas waktu tersebut, hasil uji bisa tidak valid. Sayangnya, banyak yang menganggap sampel yang di suhu dingin bisa bertahan selamanya. Padahal penurunan kualitas tetap terjadi walaupun suhunya rendah. 

Yang sering luput dari perhatian adalah durasi media pendingin itu sendiri. Dry ice misalnya,  lama-kelamaan akan habis dan suhu pun ikut naik tanpa disadari. Jika tidak dipantau dan diganti, sampel bisa rusak. Maka dari itu harus dipantau berkala. Kesalahan-kesalahan ini dapat diatasi jika Anda mengikuti cara penyimpanan sampel biologis yang tepat seperti yang akan dibahas selanjutnya. 

Cara Penyimpanan Sampel Biologis agar Hasil Uji Akurat

Cara penyimpanan sampel biologis, Sumber: thor.com
Cara penyimpanan sampel biologis, Sumber: thor.com

Setelah memahami kesalahan-kesalahan yang sering terjadi, saatnya tahu bagaimana seharusnya cara penyimpanan sampel biologis yang benar. Yang terpenting adalah konsisten dan memperhatikan detail kecil seperti: 

1. Menggunakan Suhu Penyimpanan yang Sesuai

Setiap jenis sampel biologis memiliki kebutuhan suhu yang berbeda. Ada yang cukup disimpan di suhu dingin, ada juga harus beku.Sebelum menyimpan, pahami dulu karakteristik sampel yang Anda miliki agar metode penyimpanannya tepat sasaran.

Pastikan suhu tetap konsisten selama proses penyimpanan. Gunakan alat pendingin yang sesuai dan hindari perubahan suhu yang drastis. Dengan suhu yang terjaga, risiko kerusakan sampel bisa diminimalkan. 

2. Meminimalkan Paparan dari Luar 

Paparan terhadap udara, cahaya, atau suhu ruang dapat mempengaruhi stabilitas sampel. Karena itu, penting untuk meminimalkan kontak dengan lingkungan luar selama penyimpanan. Semakin sedikit paparan, semakin kecil risiko perubahan pada sampel.

Simpan sampel di tempat yang tertutup dan sesuai dengan kebutuhan. Hindari membuka wadah terlalu sering jika tidak diperlukan. Hal ini dilakukan untuk membantu menjaga kondisi sampel tetap optimal hingga waktu pengujian.

3. Manfaatkan Media Pendingin Seperti Dry Ice 

Ketika sampel membutuhkan suhu sangat rendah dalam waktu lama, dry ice adalah pilihan yang tak  tertandingi. Dengan suhu mencapai -78°C, dry ice bisa bertahan beku jauh lebih lama dibandingkan es biasa. 

Cara penyimpanan sampel biologis dengan dry ice sangat efektif, begitu juga untuk pengiriman jarak jauh. Anda hanya perlu memastikan jumlah dry ice yang digunakan mencukupi untuk durasi pengiriman yang direncanakan. 

Nah dari sini Anda jadi tahu bahwa cara penyimpanan sampel biologis itu butuh perhatian, mulai dari suhu hingga media pendingin yang digunakan. Dan untuk memastikan kebutuhan dry ice Anda selalu siap sedia, pastikan Anda bermitra dengan penyedia yang benar-benar bisa diandalkan.

Jaga Kualitas Sampel Anda dengan Dry Ice dari Atlantic Dry Ice!

Beli dry ice di Atlantic Dry Ice, Sumber: atlanticdryice.com
Beli dry ice di Atlantic Dry Ice, Sumber: atlanticdryice.com

Untuk kebutuhan dry ice berkualitas, baik untuk penyimpanan maupun pengiriman sampel biologis, Atlantic Dry Ice adalah solusi yang bisa Anda andalkan. Kami penyedia dry ice Jakarta yang siap melayani berbagai kebutuhan Anda baik partai kecil atau partai besar.

Pengirimannya cepat dan tepat waktu. Jangan biarkan kualitas sampel Anda terganggu hanya karena media pendingin yang tidak memadai. Hubungi Atlantic Dry Ice sekarang dan pastikan sampel Anda terjaga dengan sempurna!

More Posts

Pengiriman dry ice, Sumber: icenice.ae

Atlantic Dry Ice, Rekomendasi Tempat Jual Dry Ice Jakarta Pusat Paling Lengkap!

Ketika berbincang tentang Jakarta Pusat, mungkin yang tertanam dalam pikiran Anda adalah kawasan bisnis yang super sibuk. Memang, anggapan ini tidak sepenuhnya salah. Mengingat di

Agen dry ice, Sumber: oxygenservicecompany.com

Lagi Nyari Agen Dry Ice di Jakarta Untuk Menunjang Bisnis? Atlantic Dry Ice Siap Jadi Mitra Anda!

Kebutuhan dry ice yang semakin meningkat, terutama di bisnis kuliner, makanan beku, logistik dan event. Jika Anda termasuk salah satu pelaku usaha yang juga menggunakan

Supplier dry ice, Sumber: phxwelding.com

Atlantic Dry Ice, Supplier Dry Ice Food Grade Terpercaya Sekitar Jakarta

Memilih kemasan yang aman dan dapat menjaga kualitas frozen food selama pengiriman merupakan tantangan tersendiri bagi para pelaku bisnis makanan beku. Belum lagi, biaya operasional

Jenis dry ice, Sumber: grabbitandrun.com

Harga Dry Ice Jakarta, Kisaran Berapa?

Penggunaan dry ice untuk berbagai kebutuhan kini sudah mulai marak. Salah satu yang paling umum yakni untuk pengiriman frozen food, menciptakan efek kabut dan masih

Bisnis katering, Sumber: friobox.es

Dry Ice untuk Bisnis Katering, Apa Sebenarnya Manfaatnya?

Di industri katering, menjaga kualitas makanan dari dapur ke meja bukanlah hal mudah. Itulah mengapa semakin banyak pelaku bisnis katering yang beralih menggunakan dry ice