Dalam penelitian dan pengujian laboratorium, cara penyimpanan sampel biologis sering dianggap hal sepele. Banyak yang fokus pada proses analisis atau alat yang digunakan, padahal kualitas sampel sejak awal justru sangat menentukan hasil akhir. Kesalahan kecil dalam penyimpanan bisa berdampak pada hasil uji yang tidak akurat.
Kesalahan dalam menyimpan sampel biologis kadang tidak selalu terlihat kasat mata. Sampel mungkin tampak baik-baik saja secara fisik, tapi kualitasnya sudah menurun. Lalu baru terlihat saat hasil ujinya keluar.
Nah, supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, yuk simak apa saja yang perlu diperhatikan saat menyimpan sampel biologis agar hasil uji tetap akurat!
Kesalahan Cara Penyimpanan Sampel Biologis yang Sering Diabaikan

Sampel biologis itu material yang sangat sensitif dan tidak bisa diperlakukan sembarangan. Tidak seperti benda mati yang bisa dibiarkan begitu saja, sampel biologis terus “berubah” dari momen ia diambil. Suhu, cahaya, kelembaban, bahkan waktu, semuanya berpengaruh langsung pada kualitas sampel yang ada di tangan Anda.
Yang membuat tricky adalah sampel biologis seringkali tidak bisa diulang pengambilannya. Artinya, satu kesalahan dalam penyimpanan sampel laboratorium bisa berarti ulang dari awal atau hasil yang tidak bisa dipercaya.
Nah, supaya hal ini bisa dihindari, penting untuk mengenali kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi. Berikut adalah beberapa kesalahan yang paling sering terjadi namun justru paling sering diabaikan.
1. Tidak Menjaga Konsistensi Suhu dengan Baik
Yang paling penting dalam cara penyimpanan sampel biologis adalah menjaga suhu. Apalagi pada saat pengiriman sampel laboratorium. Mungkin menyimpannya sudah benar, tapi lupa menjaga suhunya tetap stabil saat perjalanan. Padahal suhu berubah sedikit saja kualitas sampel langsung berkurang.
Nah, solusinya adalah menggunakan media pendingin yang tahan lama, seperti dry ice. Berbeda dengan es biasa yang cepat mencair, dry ice mampu mempertahankan suhu dingin dalam waktu yang jauh lebih lama. Jadi, cocok untuk pengiriman jarak jauh.
2. Menggunakan Wadah yang Tidak Sesuai Standar
Wadah menyimpan sampel biologis, bukan sekadar tempat tapi perlindungan awal yang menjaga sampel. Wadah yang tidak kedap udara, tidak steril, atau tidak tahan terhadap suhu ekstrem adalah kesalahan yang sering terjadi.
Wadah yang tidak sesuai standar bisa menyebabkan kontaminasi silang, kebocoran yang merusak sampel itu sendiri, hingga reaksi kimia yang tidak diinginkan. Pastikan setiap sampel disimpan dalam wadah yang sudah tersertifikasi dan sesuai dengan jenis sampel serta suhu penyimpanan yang dibutuhkan.
3. Tidak Memperhatikan Durasi Penyimpanan
Setiap jenis sampel biologis memiliki batas waktu penyimpanan yang berbeda-beda. Jika melewati batas waktu tersebut, hasil uji bisa tidak valid. Sayangnya, banyak yang menganggap sampel yang di suhu dingin bisa bertahan selamanya. Padahal penurunan kualitas tetap terjadi walaupun suhunya rendah.
Yang sering luput dari perhatian adalah durasi media pendingin itu sendiri. Dry ice misalnya, lama-kelamaan akan habis dan suhu pun ikut naik tanpa disadari. Jika tidak dipantau dan diganti, sampel bisa rusak. Maka dari itu harus dipantau berkala. Kesalahan-kesalahan ini dapat diatasi jika Anda mengikuti cara penyimpanan sampel biologis yang tepat seperti yang akan dibahas selanjutnya.
Cara Penyimpanan Sampel Biologis agar Hasil Uji Akurat

Setelah memahami kesalahan-kesalahan yang sering terjadi, saatnya tahu bagaimana seharusnya cara penyimpanan sampel biologis yang benar. Yang terpenting adalah konsisten dan memperhatikan detail kecil seperti:
1. Menggunakan Suhu Penyimpanan yang Sesuai
Setiap jenis sampel biologis memiliki kebutuhan suhu yang berbeda. Ada yang cukup disimpan di suhu dingin, ada juga harus beku.Sebelum menyimpan, pahami dulu karakteristik sampel yang Anda miliki agar metode penyimpanannya tepat sasaran.
Pastikan suhu tetap konsisten selama proses penyimpanan. Gunakan alat pendingin yang sesuai dan hindari perubahan suhu yang drastis. Dengan suhu yang terjaga, risiko kerusakan sampel bisa diminimalkan.
2. Meminimalkan Paparan dari Luar
Paparan terhadap udara, cahaya, atau suhu ruang dapat mempengaruhi stabilitas sampel. Karena itu, penting untuk meminimalkan kontak dengan lingkungan luar selama penyimpanan. Semakin sedikit paparan, semakin kecil risiko perubahan pada sampel.
Simpan sampel di tempat yang tertutup dan sesuai dengan kebutuhan. Hindari membuka wadah terlalu sering jika tidak diperlukan. Hal ini dilakukan untuk membantu menjaga kondisi sampel tetap optimal hingga waktu pengujian.
3. Manfaatkan Media Pendingin Seperti Dry Ice
Ketika sampel membutuhkan suhu sangat rendah dalam waktu lama, dry ice adalah pilihan yang tak tertandingi. Dengan suhu mencapai -78°C, dry ice bisa bertahan beku jauh lebih lama dibandingkan es biasa.
Cara penyimpanan sampel biologis dengan dry ice sangat efektif, begitu juga untuk pengiriman jarak jauh. Anda hanya perlu memastikan jumlah dry ice yang digunakan mencukupi untuk durasi pengiriman yang direncanakan.
Nah dari sini Anda jadi tahu bahwa cara penyimpanan sampel biologis itu butuh perhatian, mulai dari suhu hingga media pendingin yang digunakan. Dan untuk memastikan kebutuhan dry ice Anda selalu siap sedia, pastikan Anda bermitra dengan penyedia yang benar-benar bisa diandalkan.
Jaga Kualitas Sampel Anda dengan Dry Ice dari Atlantic Dry Ice!

Untuk kebutuhan dry ice berkualitas, baik untuk penyimpanan maupun pengiriman sampel biologis, Atlantic Dry Ice adalah solusi yang bisa Anda andalkan. Kami penyedia dry ice Jakarta yang siap melayani berbagai kebutuhan Anda baik partai kecil atau partai besar.
Pengirimannya cepat dan tepat waktu. Jangan biarkan kualitas sampel Anda terganggu hanya karena media pendingin yang tidak memadai. Hubungi Atlantic Dry Ice sekarang dan pastikan sampel Anda terjaga dengan sempurna!
Share this:
- Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
- Share on X (Opens in new window) X
- Email a link to a friend (Opens in new window) Email
- Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
- Share on X (Opens in new window) X
- Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
- Share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
- Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
- Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp