5+ Cara Packing Makanan Beku yang Aman untuk Pengiriman Jarak Jauh

Tips packing frozen food, Sumber: qproducts.com

Bisnis frozen food atau makanan beku kini tengah menjamur. Mulai dari UMKM rumahan hingga produsen skala besar, banyak yang melirik peluang ini karena karakteristik produknya yang praktis, tahan lama, dan bisa disiapkan kapan saja. Tak heran jika permintaan pengiriman makanan beku kian meningkat. Tapi tunggu dulu, makanan beku bukanlah barang biasa. Salah penanganan saat packing makanan beku bisa berujung pada kerugian. 

Pengiriman makanan beku jarak jauh punya tantangan tersendiri. Jika tidak dikemas dengan cara yang tepat, risiko basi, meleleh, bahkan berubah rasa bisa saja terjadi. Oleh karena itu, penting sekali mengetahui cara packing makanan beku yang aman dan efisien, terutama jika Anda berkecimpung dalam dunia bisnis ini.

Yuk, simak 6 cara packing makanan beku yang aman untuk pengiriman jarak jauh berikut ini!

Cara Packing Makanan Beku, Aman Sampai Tujuan

Cara pengiriman makanan beku, Sumber: facebook.com
Cara pengiriman makanan beku, Sumber: facebook.com

Tujuan dari pengemasan produk secara maksimal adalah untuk memastikan kondisi dan kualitas produk tetap terjaga hingga sampai lokasi tujuan. Terlebih untuk produk seperti makanan frozen yang membutuhkan penanganan khusus. 

Untuk itu, Anda bisa mengikuti panduan berikut untuk mengurangi risiko kerugian akibat pengiriman jarak jauh.

1. Pastikan Makanan dalam Kondisi Bersih dan Siap Packing

Langkah awal yang sangat penting adalah memastikan makanan yang akan dikirim dalam kondisi bersih dan higienis. Baik itu makanan mentah seperti daging, ikan, atau makanan setengah matang seperti dimsum, risoles, atau bakso, semuanya harus diproses dan dikemas dalam lingkungan yang bersih.

Selain itu, pastikan tidak ada bahan yang sudah rusak, berlendir, atau berbau. Menggunakan sarung tangan dan alat pengemas yang steril juga bisa mengurangi risiko kontaminasi. Ini penting untuk menjaga daya tahan makanan selama proses pengiriman dan memastikan makanan tetap aman dikonsumsi ketika sampai ke tangan pelanggan.

2. Gunakan Kemasan Kedap Udara

Kemasan kedap udara, Sumber: paxel.id
Kemasan kedap udara, Sumber: paxel.id

Kemasan menjadi lapisan pertama perlindungan makanan Anda. Salah satu tips paling jitu untuk menjaga kualitas frozen food adalah dengan kemasan kedap udara. Tujuannya? Mencegah masuknya udara, yang dapat mempercepat tumbuhnya jamur dan bakteri, serta memicu freeze burn. 

Kondisi ini biasanya seperti makanan jadi kering, keras, dan berubah warna karena kehilangan kelembaban. Untuk jenis plastik yang direkomendasikan antara lain Poly Ethyl (PE) dan High Density Polyethylene (HDPE). Keduanya mampu mengunci suhu dan kelembaban makanan, sehingga makanan bisa lebih awet tanpa bantuan bahan pengawet berlebihan.

3. Tambahkan Lapisan Pelindung seperti Bubble Wrap atau Kardus

Setelah makanan dikemas dengan baik, saatnya menambahkan lapisan pelindung tambahan. Bubble wrap bisa digunakan untuk mencegah guncangan dan tekanan selama pengiriman. Apalagi jika Anda mengirimkan makanan dalam jumlah banyak atau ke luar kota, guncangan tak bisa dihindari.

Untuk keamanan ekstra, gunakan kardus tebal sebagai pelindung luar. Anda juga bisa mengkombinasikan keduanya, terutama untuk produk-produk yang rapuh bentuknya seperti risoles atau dimsum. Penggunaan kardus khusus ikan beku pun bisa menjadi alternatif jika Anda mengirimkan seafood atau daging dalam jumlah besar.

4. Tambahkan Cooling Gel atau Dry Ice

Menggunakan dry ice pack, Sumber: made-in-china.com
Menggunakan dry ice pack, Sumber: made-in-china.com

Untuk menjaga suhu makanan selama perjalanan, salah satu solusi andalan adalah cooling gel. Bahan ini bisa dibekukan terlebih dahulu dan dimasukkan ke dalam kemasan agar suhu dingin tetap terjaga. Cooling gel sangat berguna terutama saat Anda mengirim dengan jasa ekspedisi yang tidak menyediakan pendingin.

Namun, untuk pengiriman yang lebih ekstrim atau jarak sangat jauh, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan dry ice. Dry ice mampu menjaga suhu beku lebih lama dan efektif untuk makanan yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu.

Produk es kering ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di supplier dry ice terpercaya. 

5. Gunakan Cooler Box Sesuai Kebutuhan

Cooler box, Sumber: amazon.com
Cooler box, Sumber: amazon.com

Selain cooling gel dan dry ice, Anda juga bisa memanfaatkan cooler box sebagai lapisan luar. Pilih bahan yang sesuai dengan skala pengiriman Anda. Untuk skala kecil, cooler box dari plastik sudah cukup. Tapi jika Anda kirim dalam jumlah besar, cooler box styrofoam masih banyak digunakan karena ringan, murah, dan cukup efektif menjaga suhu.

Namun, belakangan ini muncul kesadaran akan pentingnya pengurangan penggunaan styrofoam karena dampaknya terhadap lingkungan. Jika Anda ingin solusi yang lebih ramah lingkungan, banyak pelaku bisnis kini beralih ke cara packing frozen food tanpa styrofoam. 

Misalnya dengan menggunakan thermal bag atau box kardus khusus yang sudah dilapisi aluminium foil untuk menjaga suhu.

6. Cegah Makanan dari Freeze Burn

Seperti disebutkan di atas, freeze burn adalah mimpi buruk bagi para pelaku bisnis frozen food. Selain membuat tampilan makanan jadi tidak menarik, rasanya pun bisa berubah. Freeze burn terjadi saat udara masuk ke dalam kemasan makanan dan membuat kelembapannya menguap karena fluktuasi suhu.

Untuk mencegahnya, pastikan Anda menutup kemasan dengan rapat, menggunakan vacuum sealer jika perlu, dan tidak membiarkan udara bebas mengakses produk Anda. Selain itu, tambahkan stiker peringatan atau label bertuliskan “Produk Beku – Simpan dalam Suhu Dingin” pada kemasan agar petugas ekspedisi memperlakukan kiriman Anda dengan hati-hati.

Tantangan dan Kelemahan Bisnis Frozen Food

Ketahanan produk frozen food, Sumber: pinimg.com
Kelemahan bisnis frozen food, Sumber: pinimg.com

Meski peluang bisnis frozen food sangat menjanjikan, tak bisa dipungkiri bahwa ada kelemahan bisnis frozen food yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah tantangan dalam logistik dan distribusi. Makanan beku sangat bergantung pada suhu dan waktu. Sedikit saja terjadi keterlambatan atau kerusakan kemasan, produk bisa rusak dan merusak reputasi bisnis Anda.

Selain itu, biaya operasional seperti pembelian bahan pendingin, alat packing, dan pengemasan yang lebih kompleks, membuat margin keuntungan sedikit lebih tipis dibanding bisnis makanan non-beku. Belum lagi jika Anda harus menyewa gudang penyimpanan bersuhu rendah atau cold storage.

Untuk itu, penting bagi pelaku usaha memahami proses safe food handling dan memastikan SOP pengiriman berjalan dengan standar tertinggi.

Pengemasan makanan beku bukan perkara sepele. Tapi dengan teknik dan strategi yang tepat, Anda bisa memastikan produk sampai ke tangan pelanggan dalam kondisi segar, aman, dan tetap lezat.

Dari kemasan kedap udara, cooling gel, dry ice, hingga cooler box, semuanya bisa Anda kombinasikan sesuai kebutuhan dan skala pengiriman Anda. Untuk pilihan praktis, Anda bisa pilih dry ice dari supplier terbaik seperti Atlantic Dry Ice Bogor

More Posts

Sparkling water dry ice, Sumber: nyt.com

Membuat Sparkling Water dengan Dry Ice, Hasil Lebih Memuaskan

Sensasi segar dengan gelembung alami yang memberikan efek kejut di tenggorokan membuat sparkling water semakin diminati oleh kalangan masyarakat modern. Minuman berkarbonasi ini banyak kini

Dry ice hama tikus, Sumber: animaltrappersinorlando.com

Dry Ice, Cara Efektif Mengatasi Hama Tikus di Sawah yang Patut Dicoba!

Sudah menjadi rahasia umum jika tikus merupakan musuh bebuyutan para petani padi. Ya, sawah yang hampir panen bisa seketika rusak karena ulah binatang pengerat ini.

Sarung tangan dry ice, Sumber: shopee.co.id

Sarung Tangan Cyrogenic, Pilihan Aman untuk Handle Dry Ice

Dry ice atau es kering kini sudah menjadi pilihan banyak industry sebagai media pendingin yang praktis dan aman. Hanya saja, keamanan penggunaan dry ice tersebut

Proses pembuatan dry ice, Sumber: topdryice.com

Menyimak Proses Pembuatan Dry Ice, Seperti Apa?

Apakah Anda pernah melihat efek kabut atau asap di panggung? Itulah efek hasil dari dry ice. Bahan ini sering dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari

Penyimpanan lab, Sumber: nitrocdn.com

Penyimpanan Sampel Laboratorium, Ini yang Sebaiknya Dilakukan!

Dalam penelitian, penyimpanan sampel laboratorium sama pentingnya dengan membuat sampel itu sendiri. Sampel yang tidak disimpan dengan benar berisiko mengalami perubahan karakteristik sehingga hasil analisis